MENIKMATI SINGKONG PERLU WASPADA! KENALI BAHAYA SINGKONG KARET.
Share
MASYARAKAT DIMINTA LEBIH TELITI
SAAT MEMBELI SINGKONG.
deveronews.com – (15 Oktober 2026)
Singkong merupakan salah satu bahan pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Selain mudah diolah menjadi berbagai makanan, singkong juga dikenal sebagai sumber karbohidrat yang terjangkau. Namun, di balik manfaatnya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap singkong yang mengandung senyawa beracun, terutama singkong yang dikenal dengan sebutan singkong karet.
Singkong karet merupakan istilah yang digunakan untuk jenis singkong tertentu yang dapat memiliki kandungan senyawa sianogenik, seperti linamarin, yang dapat melepaskan hidrogen sianida atau sianida dalam kondisi tertentu. Senyawa ini berbahaya bagi tubuh manusia apabila masuk ke dalam tubuh dalam jumlah yang berisiko.
Karena itu, masyarakat diimbau agar tidak sembarangan mengonsumsi singkong yang belum diketahui jenis dan keamanannya. Pemilihan bahan pangan yang tepat menjadi langkah awal untuk mencegah risiko keracunan.
Kenali Risiko dan Ciri-Ciri Singkong yang Perlu Diwaspadai
Kandungan senyawa sianogenik dalam singkong dapat berbeda-beda, bergantung pada varietas, kondisi tanaman, dan faktor lainnya. Rasa yang sangat pahit dapat menjadi salah satu tanda peringatan, tetapi tidak semua singkong berbahaya memiliki ciri yang mudah dikenali melalui penampilan atau rasanya.
Oleh sebab itu, masyarakat tidak disarankan hanya mengandalkan warna, ukuran, bentuk, maupun rasa untuk memastikan keamanan singkong. Singkong yang tidak dikenal jenisnya, terasa sangat pahit, atau menimbulkan kecurigaan sebaiknya tidak dikonsumsi.
Pengolahan yang tidak tepat juga dapat menyisakan senyawa berbahaya. Memasak singkong seperti biasa tidak selalu menjamin seluruh kandungan sianogeniknya telah berkurang hingga tingkat aman.
Waspadai Gejala Keracunan
Paparan sianida dapat mengganggu kemampuan sel tubuh dalam memanfaatkan oksigen. Tingkat keparahan dampaknya bergantung pada jumlah paparan dan kondisi orang yang mengalaminya.
Gejala yang dapat muncul antara lain:
- Mual dan muntah.
- Sakit kepala dan pusing.
- Tubuh terasa lemas.
- Napas cepat atau mengalami kesulitan bernapas.
- Kebingungan atau perubahan kesadaran.
Jika seseorang mengalami gejala tersebut setelah mengonsumsi singkong yang dicurigai tidak aman, segera cari pertolongan medis. Jangan menunggu gejala bertambah parah dan jangan mencoba mengobati keracunan menggunakan minuman atau ramuan tertentu tanpa arahan tenaga kesehatan.
Imbauan kepada Masyarakat: Teliti Sebelum Membeli
Masyarakat diharapkan lebih cermat ketika membeli singkong di pasar tradisional, pedagang sayuran, maupun tempat penjualan bahan pangan lainnya.
Beberapa langkah pencegahan yang perlu diperhatikan adalah:
- Pilih singkong dari sumber yang jelas. Utamakan produk yang jenis dan asalnya diketahui serta ditangani dengan baik.
- Tanyakan jenis singkong kepada penjual. Jangan ragu meminta informasi apabila jenis singkong yang dijual tidak diketahui.
- Jangan mengandalkan penampilan semata. Bentuk, ukuran, atau warna tidak dapat memastikan kadar senyawa beracun dalam singkong.
- Hindari singkong yang sangat pahit atau mencurigakan. Jangan mencicipinya untuk menguji keamanan.
- Jangan mengonsumsi singkong yang belum diolah dengan benar. Pastikan pengolahan dilakukan sesuai prosedur yang aman untuk jenis singkong tersebut.
Kewaspadaan ini penting, terutama bagi keluarga yang kerap mengolah singkong menjadi makanan sehari-hari untuk anak-anak maupun anggota keluarga lainnya.
Imbauan kepada Pedagang
Utamakan Keselamatan Konsumen
Selain masyarakat sebagai pembeli, para pedagang singkong juga memiliki tanggung jawab penting dalam menjaga keamanan pangan yang dijual kepada konsumen.
Pedagang diimbau agar lebih teliti dalam memilih pemasok, mengenali jenis singkong yang diperdagangkan, serta memastikan produk yang dijual berasal dari sumber yang dapat dipercaya.
Singkong yang jenisnya tidak diketahui atau dicurigai memiliki kandungan senyawa berbahaya sebaiknya tidak dijual untuk konsumsi sebelum keamanannya dipastikan. Pedagang juga diharapkan tidak memberikan klaim bahwa suatu singkong aman dikonsumsi apabila belum memiliki dasar yang memadai.
Langkah tersebut bukan sekadar upaya menjaga kualitas dagangan, melainkan juga bentuk tanggung jawab moral dalam melindungi kesehatan masyarakat. Produk pangan yang tidak aman dapat menimbulkan dampak serius bagi konsumen sekaligus merusak kepercayaan masyarakat terhadap pedagang.
Keselamatan Konsumen Harus Menjadi Prioritas
Keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat perlu membiasakan diri untuk lebih selektif dalam memilih bahan makanan, sementara pedagang harus mengutamakan keamanan produk sebelum memasarkannya.
Apabila ditemukan dugaan singkong berbahaya yang beredar di pasaran, masyarakat dapat melaporkannya kepada pengelola pasar, dinas kesehatan, atau instansi pengawas pangan setempat agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangannya.
Pada akhirnya, menikmati singkong seharusnya memberikan manfaat, bukan mendatangkan risiko kesehatan. Teliti sebelum membeli, pastikan keamanan sebelum mengolah, dan utamakan keselamatan sebelum mengonsumsi.
